Follow me on Instagram!

Pengalaman Merencanakan Perjalanan Ala Backpacker ke Jepang Bersama Orangtua

Hai hai! Di artikel kali ini, saya mau berbagi pengalaman tentang merencanakan perjalanan ala backpacker bersama orangtua.

Bulan April 2018 yang lalu, puji Tuhan saya ada rezeki untuk ajak orangtua jalan-jalan ala backpacker ke Jepang. Mumpung orangtua masih lumayan kuat diajak jalan, backpack juga lebih seru dan lebih hemat daripada jalan-jalan dengan jasa tour hehehe (maapkan anaknya baru mampu ajak jalan-jalan tanpa tour huhuhu) 

Masih kuat diajak jalan memang, tapi sudah mulai gampang capek juga sih mami dan papi tuh. Saya anak tunggal, jadi perginya betiga saja (so sweet kan hahaha). Mami dan papi saya belum pernah yang namanya ke luar negeri, naik pesawat aja belum pernah. Biarpun begitu saya nekat ajak mereka ke Jepang, wong saya juga sebelumnya bisa ke Jepang 2x secara gratis (pertama dapat undangan dari Ministry of Foreign Affair (MOFA) Jepang untuk program JENESYS2.0 dan kedua beasiswa penuh dari DIKTI untuk program exchange di Universitas Tsukuba) karena support mereka kok, jadi sudah layak mereka juga nikmatin yang namanya Jepang (plus saya suka banget Jepang, jadi ngotot ajak mereka-nya ke Jepang biar saya bisa ke Jepang lagi juga hahahaha).

Foto bertiga dengan latar belakang Gunung Fuji. Mission completed!

Mau ajak orangtua jalan-jalan ke luar negeri ala backpacker tentunya lebih banyak yang harus dipikirkan, dan dipersiapkan. Lain halnya kalau menggunakan jasa tour, kita tinggal terima beres saja. Bisa dibilang, merencanakan sendiri perjalanan bersama orangtua harus super siap, anggap saja seolah-olah kita yang jadi tour guide pribadi untuk mereka, orangtua tinggal terima beres saja dan kita yang siapkan semuanya untuk mereka.

Saya sengaja pilih bulan April pas musim semi, karena beberapa alasan. Pertama, tour musim semi sepertinya cocok buat orangtua. Kedua, suhu sudah lebih hangat jadi bisa lebih nyaman untuk orangtua. Ketiga, waktu exchange dulu belum sempat mengalami musim semi yang sesungguhnya di Jepang (tetep ada keinginan pribadi hahaha).

(Kayaknya) Pohon sakura terakhir di Shinjuku Gyoen, Jepang hahaha

Bunkyo Azalea Festival di Nezu Shrine

Jadi, apa saja yang mesti disiapkan? Apa saja suka dan duka-nya? Ada tips-tips nya nggak?

0. Kira-kira sudah harus tahu mau berwisata ke daerah mana saja, dan di bulan apa (kalau perlu tanggal berapa)

Ini berguna saat hunting tiket pesawat, jadi kamu bisa datang ke Jepang sesuai tujuan. Rencana saya adalah jalan-jalan di area Kanto (termasuk Tokyo, Yokohama, Hakone, Kawaguchiko, dan beberapa tempat di Ibaraki), untuk melihat beberapa festival yang hanya ada di musim semi di sana. Nggak main ke Kansai dulu, agar tidak perlu pindah-pindah penginapan. Rencananya 10 hari, dengan tanggal incaran 18 April - 28 April 2018 (pulang tepat sebelum Golden Week untuk menghindari crowd di tempat-tempat wisata di Jepang).

Foto bertiga di Owakudani, Hakone

1. Paspor

Kebetulan kalau untuk paspor, saya sudah ada dan masih dalam masa berlaku. Tapi mami dan papi dua-duanya belum punya paspor. Untuk pesan tiket pesawat, harus sudah punya paspor. Jadi, buat paspor jadi tahap pertama yang harus dilakukan. Kira-kira 10 bulan sebelum bulan keberangkatan saya siap-siap mau buat paspor untuk mami dan papi. 

Langsung cek website imigrasi http://www.imigrasi.go.id/ tentang dokumen apa saja yang perlu disiapkan untuk membuat paspor. Siapkan dengan lengkap supaya nggak perlu datang bolak-balik ke kantor imigrasi. Kebetulan tempat kerja papi susah buat izin nggak masuk,  nggak ada cuti-cutian juga jadi kalau bisa cukup sekali datang langsung beres deh urusan paspor. Siapkan semua dokumen yang diperlukan untuk pembuatan paspor kedua orangtua.

Di hari yang sudah saya rencanakan untuk buat paspor mami dan papi sama-sama, saya cuti sehari. Kita pergi bertiga ke kantor imigrasi pagi-pagi, langsung ambil nomor antrian, puji Tuhan semua dokumen sudah benar dan lengkap, lanjut prosedur berikutnya, bayar, dan dapat tanda terima untuk pengambilan paspor. Kira-kira jam 05.30 kita bertiga sudah sampai di kantor imigrasi dan kira-kira jam 10:00 sudah selesai. Pengambilan bisa diwakilkan asal menunjukkan kartu keluarga (KK), jadi bagian pengambilan nitip mami hehehe.

2. Tiket Pesawat

Selesai urus paspor, langsung cari-cari tiket pesawat. Ada banyak pilihan tiket promo Jakarta-Jepang yang murah-murah, dari travel fair dsb, tapi tanggalnya nggak masuk yang diincar, jadi tetap hunting sesuai tanggal incaran aja. Kalau cari dari jauh-jauh hari niscaya bisa dapat tiket dengan harga lebih murah kok, nggak harus berebutan di travel fair.

Saya cari penerbangan yang direct flight, dengan bandara tujuan Haneda (HND). Bandara HND lebih dekat ke pusat kota Tokyo jadi akses lebih mudah dan murah. Terimakasih kepada www.traveloka.com tanpa ribet saya akhirnya beli tiket pesawat economy promo Garuda Indonesia PP Jakarta (CGK) - HND seharga 7 juta-an per orang, tepat di tanggal yang saya inginkan. Lumayan oke untuk harga tiket Garuda Indonesia di peak season bukan?

Menunggu keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta

Pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Haneda, Jepang

3. Penginapan

Setelah mengantongi tiket pesawat, hampir dipastikan kita bertiga jadi berangkat ke Jepang. Saya langsung browsing-browsing penginapan, bandingin harga sana-sini, bandingin promo sana-sini, takutnya kalau booking penginapan mepet-mepet malah nggak dapet penginapan incaran juga, secara lagi peak season.

Dalam memilih tempat menginap, pertimbangan saya adalah sbb:
  • lokasi
  • harga
  • cari yang punya family room dengan kamar mandi dalam
  • kondisi kamar & fasilitas, cek dari website masing-masing penginapan incaran
  • akses dari bandara
  • akses ke mana-mana, termasuk tempat wisata terdekat
  • stasiun terdekat / mode transportasi terdekat
  • free wifi
  • fasilitas lain
Dua website untuk booking penginapan yang saya rekomendasikan adalah booking.com dan www.agoda.com.  Saya sudah pernah pakai booking.com untuk book hostel di Kyoto waktu exchange dulu, di sini banyak promo booking gratis, pembatalan gratis, dan bayarnya di tempat saat kedatangan. Biasanya saya pilih-pilih penginapan dengan mengaplikasikan filter sesuai pilihan, setelah dapat kandidat-nya, saya langsung meluncur ke website masing-masing penginapan. Semakin lengkap info di website-nya akan makin terpercaya.

Pada waktu itu penginapan incaran saya di booking.com hanya ada promo kartu kredit dan saya nggak punya kartu kredit, akhirnya mampir ke agoda.com. Ternyata, di agoda.com penginapan incaran saya ada promo potongan Rp 500.000,00 meski harus bayar langsung. Akhirnya saya jadi deh booking family room dengan kamar mandi dalam untuk 10 hari di Hotel 3000 Jyuraku di Asakusa seharga Rp. 10.500.000,00 saja! Lumayan murah untuk harga penginapan di pusat kota Tokyo. Review DISINI yaa.

Hotel 3000 Jyuraku, Asakusa, Tokyo

4. Susun Itinerary

Cicil menyusun itinerary dari jauh-jauh hari, mau pergi ke tempat apa saja, di hari apa, kira-kira jam berapa harus berangkat dan pulang. Pergi dengan orangtua, saya prefer berangkat pagi-pagi (sekalian menghindari rush hour di Tokyo juga) dan pulang tidak terlalu malam. Maklum, mereka tidak muda lagi.

Setelah tahu akan menginap di mana, matangkan itinerary-mu lagi dengan menambah detil rute dan alat transportasi apa yang akan digunakan. Website yang sangat amat saya rekomendasikan untuk mencari rute kereta adalah www.hyperdia.com. Di sini kamu bisa cari alternatif rute, kamu juga bisa tahu perkiraan waktu yang diperlukan, juga ongkos yang diperlukan.

Mampir ke website perusahaan pengelola alat transportasi juga penting, misalnya mampir website JR East untuk info kereta, Tokyo Metro untuk subway, dsb. Di sini juga banyak info tentang berbagai discount pass yang mungkin lebih menguntungkan untuk kamu pakai daripada beli tiket ketengan. Jangan lupa mampir juga ke website tempat wisata yang akan dikunjungi. Di Jepang, hampir semua tempat wisata sudah punya official website sendiri, termasuk info akses untuk mencapainya. Kalaupun tidak ada, biasanya sudah dibahas di www.japan-guide.com. Kalau masih nggak ada juga, pasti sudah ada yang bahas di internet hahaha.

Sekalian dengan menyusun itinerary, kamu juga bisa menghitung kira-kira berapa biaya yang diperlukan, perlu discount pass atau tidak, perlu bawa uang cash berapa, dsb dsb. Jangan lupa juga sertakan ramalan cuaca supaya nggak salah kostum saat berwisata.

Jangan lupa susun itinerary sesuai preferensi orangtua yaa! Buat temen-temen millenials, jangan egois dalam hal memilih tempat tujuan wisata-nya yaa..

Foto lucu-lucuan hahaha

5. Visa

Langkah selanjutnya adalah mengurus visa untuk kunjungan sementara. Awalnya, papi sudah siap-siap 'bolos' lagi untuk urus visa. Ternyata, ada kabar baik. Mengurus visa di JVAC Lotte Shopping Avenue untuk orangtua bisa diwakilkan, cukup melampirkan bukti kartu keluarga saja. Nggak perlu juga buat surat kuasa bermaterai segala. Pengambilannya juga bisa diwakilkan.

Seperti biasa, dokumen yang diperlukan untuk mengurus visa kita bertiga sudah saya siapkan semua, tentunya termasuk formulir aplikasi (sudah harus tahu akan tinggal di mana selama di Jepang), paspor, dan itinerary lengkap. Dokumen apa saja dan bagaimana prosedur mengurus visa Jepang bisa dicek di www.vfsglobal.com yaa. Saya pun pergi ke JVAC Lotte Shopping Avenue (kebetulan dekat dari kantor cihuyy) di jam istirahat, dokumen lengkap, membayar, sorenya dapat email berkas visa sudah masuk ke Kedutaan Besar Jepang untuk diproses. 3 hari kerja kemudian, saya dapat email lagi bahwa visa saya, mami, dan papi sudah bisa saya ambil. Mudah dan cepat loh! Bahasan lengkap tentang mengurus visa sendiri di JVAC Lotte Shopping Avenue DISINI ya.

6. Barang-barang Keperluan

Siapkan daftar barang-barang keperluan yang perlu dan akan dibawa, seperlunya saja dan jangan lebay hahahaha. Universal adaptor jangan lupa. Obat-obatan pribadi jangan lupa. Payung dan baju hangat juga jangan lupa hahahaha. Dahulukan keperluan orangtua daripada keperluan-mu, bagi mereka bepergian ke luar negeri untuk yang pertama kalinya mungkin begitu menakutkan hahaha. Sering-sering lah ditenangkan hati dan jiwanya hahaha

Pose di Tokyo Skytree

7. Sewa Portable Wifi 

Sewaktu exchange di Jepang dulu, saya nggak pernah pegang yang namanya portable wifi, selalu mengandalkan free wifi saja. Akibatnya, sekali-kali nyasar juga kalau bepergian ke mana-mana hahaha. Untuk perjalanan dengan orangtua kali ini, saya pikir wajib bawa portable wifi. Koneksi internet terutama diperlukan kalo perlu cari jalan pakai Google Map. Google Map di Jepang cukup akurat, kok. Koneksi internet juga diperlukan kalau-kalau ada rute dadakan yang harus diambil, jadi tinggal search aja di internet. Ini akan sangat menghemat waktu dan tenaga, nggak perlu nyasar-nyasar, nyari-nyari jalan, salah jalan, bolak-balik dulu, dsb. Nah, untuk protable wifi ini saya sewa dari passpod.id ada paket Japan promo untuk 5 hari Rp 275.000,00 jadi kalau untuk 10 hari Rp 550.000,00 saja. Unlimited! Review DISINI.

Tapi jangan sepenuhnya bergantung pada koneksi internet juga loh yaa. Kamu juga harus siap dengan plan B, kalau-kalau karena satu dan lain hal portable wifi kita lagi nggak bisa digunakan. Kalau saya sih, tetap bikin panduan lengkap untuk diri sendiri tentang rute, arah jalan, mau naik transportasi apa, berapa ongkosnya, harus sambung alat transportasi lain di mana, dsb dsb. Ini jadi satu buku sendiri (udah kayak skripsi aja) yang selalu saya bawa-bawa di tas pas hari H. Berguna banget loooh!

Agak jauh sampai ke Ibaraki siapa takut!
8. Uang 

Kalau saya sih, mencicil untuk menukarkan uang dalam mata uang yen dari jauh-jauh hari cukup membantu menghemat pengeluaran juga loh. Karenanya, saya berhasil menukarkan uang yen ketika rate-nya masih di kisaran 119-119.5, padahal ketika saya berangkat rate-nya sudah mencapai 130. Lumayannnnn


So ini tips versi saya ...

Dari curhatan panjang lebar saya di atas, ada beberapa hal yang ingin saya garis bawahi. Semoga bisa menjadi tips dan bahan pertimbangan buat temen-temen yang juga lagi merencanakan perjalanan tanpa jasa tour ke Jepang bersama orangtua. Kalau ada salah-salah atau ada yang tidak sependapat, monggo dikoreksi atau diberi saran yaa.

  1. Pilih penerbangan langsung (direct flight) ke Jepang, untuk menghemat waktu dan tenaga.
  2. Disarankan jangan yang budget airline, cari yang nyaman dan nggak kekurangan makanan. Tiket dengan harga lebih murah bisa didapat dengan memesan jauh-jauh hari sebelumnya. 
  3. Ada baiknya pilih penerbangan dengan keberangkatan pagi dan ketibaan di Jepang sore. Langsung cari tempat penginapan, dan hari itu istirahat saja.
  4. Pilih penginapan yang dekat stasiun/halte bus, supermarket/minimarket, kalau bisa dekat tempat wisata dalam walking distance juga. Di tengah-tengah tour jika orangtua sedang kelelahan, bisa jalan-jalan yang dekat saja dari penginapan, sebelum pergi ke tempat yang lebih jauh di hari berikutnya.
  5. Nggak usah bawa koper terlalu besar dan barang bawaan terlalu banyak, apalagi jika penginapan-nya punya mesin cuci hehehe
  6. Jangan lupa siapkan obat-obatan pribadi orangtua, kalau mereka lupa, kita yang ingatkan.
  7. Kalau bisa itinerary dipersiapkan sematang-matangnya, jadi waktu hari H tinggal eksekusi.  Sudah tahu mau kemana dan gimana caranya mencapai tempatnya. Minimalkan nyari-nyari jalan, nyasar, dsb ketika lagi sama orangtua, karena buat mereka akan sangat melelahkan.
  8. Ketahuilah selera berwisata orangtua, saat sedang menyusun itinerary.
  9. Saat sedang berwisata, sering-sering tanya orangtua lapar atau tidak, lelah atau tidak, perlu ke toilet atau tidak, dsb. Orangtua kadang-kadang tidak berani bilang kalau mereka sebenarnya sudah lelah atau lapar. Jangan terlalu egois dengan jiwa muda kita hahaha.
  10. Jangan lupa sisakan paling tidak satu hari istirahat setelah kepulangan, sebelum semua kembali ke kesibukan/aktivitas normal.  

Sekian! Semoga sukses backpacking bersama orangtua. Seru lohhh...


Comments

  1. ka tania punya nomor whatsapp tidak, kalau ada bagi tipsnya dong secara langsung saat pergi ke jepang bersama orangtua atau sekedar chat2 tentang perjalanan tania ke jepang ini nomor whatsapp saya yah 081384357765

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo,jika ada pertanyaan lebih lanjut bisa email ke juanitatania93@gmail.com ya :)

      Delete
  2. Taniaaa keren bgt 😆 Lgsg bikin semangat loh buat backpacker-an! Salam buat om dan tante... semoga sehat selalu 🤗

    ReplyDelete
    Replies
    1. kyaaaa izza jadi malu apalah artikel ku ini dibandingkan blog izza >< hahaha makasih izzaaaa sehat2 juga buat izza and keluargaa!

      Delete

Post a Comment