Follow me on Instagram!

[Review] Hotel 3000 Jyuraku di Asakusa, Tokyo

Halo-halo! Buat kamu yang lagi cari-cari budget hotel untuk tempat menginap di area Tokyo saya mau kasih rekomendasi nih! Hotel 3000 Jyuraku namanya. Kebetulan, saya dan orangtua menginap di sini saat liburan ke Jepang bulan lalu. Lokasinya ada di Asakusa. Booking kamarnya lewat agoda.com

Sebenarnya, hal-hal yang menjadi pertimbangan awal saya dalam memilih tempat menginap di Tokyo antara lain:
- Lokasi di pusat kota, lokasi tidak susah dicari
- Dekat dengan stasiun kereta / subway, sehingga mudah transportasinya untuk ke tempat lain
- Harga terjangkau
- Sudah punya official website sendiri, dengan info fasilitas dan akses yang jelas
- Punya family room dengan kamar mandi dalam
- Ada fasilitas free wifi
- Non-smoking
- Dekat dengan minimarket / supermarket

Lalu, sampailah saya pada Hotel 3000 Jyuraku. Ternyata, semua kriteria yang saya inginkan semua ada di hotel loh! Info lengkap bisa kamu cek juga di website-nya, tapi yuk mari kita bahas satu-persatu!

Lobby Hotel 3000 Jyuraku

1. Lokasi (10/10)

Hotel 3000 Jyuraku berlokasi di Asakusa. Kalau lihat di Google sih, masih termasuk 1-star-hotel. Hotel ini dekat dengan 3 stasiun kereta loh, Tsukuba Express Asakusa St (sekitar 2 menit jalan kaki, alias tinggal nyebrang), Tokyo Metro Tawaramachi St (sekitar 5 menit jalan kaki, tinggal lurus doang), dan Toei Asakusa St (sekitar 10 menit jalan kaki). Dari Toei Asakusa St ada kereta juga yang rutenya langsung sampai Bandara Haneda dan Bandara Narita loh.

Ketika baru tiba di Bandara Haneda, saya langsung cari kereta yang rutenya langsung ke Toei Asakusa St. Dari Toei Asakusa St, langsung input nama "Hotel 3000 Jyuraku" di Google Map. Lokasi hotel yang ditunjukkan di Google Map rupanya juga cukup akurat, tinggal ikutin map saja dan sampai.

Hotel 3000 Jyuraku, April 2018

Peta lokasi Hotel 3000 Jyuraku

Kalau kata saya, lokasi Hotel 3000 Jyuraku ini the best banget deh. Selain dekat dengan stasiun jadi gampang kalau mau kemana-mana, hotel ini juga dekat dengan minimarket 24 jam seperti Lawson, 7 Eleven, dan Family Mart, juga supermarket. Dasar memang pusat kota dan daerah turis, restaurant juga ada di mana-mana ke manapun mata memandang (lebay, tapi beneran), mau japanese food, chinese food, western food, ataupun indian food. Di seberang hotel persis juga ada shopping mall 5 lantai namanya Asakusa Rox. 

Belum selesai sampai di situ saja, Hotel 3000 Jyuraku juga ternyata dekat banget sama Don Quijote. Tahu kan? The biggest discount store in Japan katanya, populer banget di kalangan turis. Tinggal jalan kaki sekitar 2 menit alias tinggal nyebrang juga. Nah, yang the best of the best, kalau mau ke area Senso-ji alias kuil yang paling iconic di Tokyo juga tinggal jalan kaki 10 menit saja loh!!! Kaminari-mon nya yang gede banget bakal langsung kelihatan. Dari Senso-ji kalau mau dilanjutkan jalan kaki ke Tokyo Skytree juga bisa (jalan santai makan waktu sekitar 20 menit). Wow! Kurang apa lagi coba?

Donki, tinggal nyebrang

Ke Senso-ji tinggal jalan kaki


2. Kamar vs Fasilitas vs Harga (9.5/10)

Di Hotel 3000 Jyuraku ini, saya awalnya book "Budget Triple Room with Private Bathroom" seharga JPY 3.000 saja perorang permalam-nya. Total biaya sewa kamar untuk 10 hari = 3 orang x JPY 3.000 x 10 hari = JPY 90.000. Dari Agoda saya dapat promo potongan Rp 500.000,00, lumayan...

Karena belum pernah menginap di sana, info tentang kamar-nya seperti apa ya hanya bisa dilihat dari foto-foto yang dipajang di website-nya. Oh iya, Hotel 3000 Jyuraku ini juga punya akun Instagram yang bisa di-kepo-in loh, isinya kebanyakan foto-foto dari para tamu yang menginap di sana. Ketika melihat foto-foto kamar di sana, sempat kepikiran wah sempit nih kayaknya kamarnya, tapi toh kita hanya akan numpang tidur aja pikir saya jadi tetap booking deh.

Ketika pertama kali sampai di Hotel 3000 Jyuraku dan akhirnya bisa masuk ke kamar, ternyata saya dan orangtua bukan dapat "Budget Triple Room with Private Bathroom" malahan "Quadruple Room with Private Bathroom". Jadi ceritanya kamar kita di-upgrade gratis. Waaahhhhh. Ternyata pas baca-baca review di agoda,com dan booking.com, memang banyak 3 orang dewasa yang pesan "Budget Triple Room with Private Bathroom" pada akhirnya dapat "Quadruple Room with Private Bathroom" seperti kita. Waktu pertama kali masuk kamar memang sedikit pengap, langsung saya nyalakan exhaust, AC, dan buka jendela sebentar, tidak pengap lagi. Lampunya agak remang-remang, tapi karena kita cuma perlu untuk tidur di malam hari, nggak masalah.


Menuju kamar kami di lantai 2

Quadruple Room

Buat ngaca & dandan biar cakep

Private bathroom

Suhu air panas shower bisa diatur

Jadi, harga kamar sekian terbilang murah untuk penginapan di pusat kota Tokyo dengan lokasi yang oke banget menurut saya, apalagi sudah termasuk berbagai fasilitas berikut :

  • Pastinya perlengkapan di kamar dan kamar mandi yang diganti/dibersihkan setiap hari
  • AC (penghangat & pendingin ruangan), 2 unit hair dryer, air hangat di kamar mandi yang bisa digunakan tanpa tambahan biaya
  • Free wifi, sinyal lancarrr
  • Common room, termasuk: ruang makan, TV, peralatan makan lengkap, garam-gula-creamer, tempat cuci piring, lemari es, microwave, coin locker, laptop, serta dispenser air minum (air putih, kopi hitam, teh hitam, teh hijau, teh apel semuanya dalam pilihan panas atau dingin) yang semuanya bisa digunakan secara gratissss --> sayangnya ini di lantai 1, jadi buat yang kamarnya di lantai atas harus turun ke bawah
  • Mesin cuci dan pengering pakaian dengan koin bagi yang mau mencuci baju (kalau ini bayar yaa pakai koin sendiri, sabun juga bisa dibeli)
  • Tokyo Handy Guide, peta daerah Asakusa, serta peta daerah Ueno dalam beberapa bahasa (tergantung kesediaan) yang bisa diambil gratis
  • Sepeda untuk disewakan bagi yang ingin menggunakan



Free drink bar, bisa ambil sepuasnya

Lobby/common room dengan segala fasilitasnya


3. Staff dan Pelayanan (8.5/10)

Staff di Hotel 3000 Jyuraku ini ganti-gantian, jadi orangnya beda-beda. Tapi hampir selalu ada satu orang staff yang stand-by di meja penerimaan di lobby, termasuk ketika saya haus dan mengambil minum di lantai 1 jam 4 pagi! hahaha. Selama menginap 10 hari saya bertemu dengan sekitar 6 orang yang staff jaga yang berbeda, 2 diantaranya terlihat seperti pemiliknya, sedang yang lain sepertinya mahasiswa muda yang part time gitu. Yang jelassss, semua staff ramah-ramah, ganteng dan cantik hahaha, serta bisa berbahasa Inggris. Untuk yang saya bilang terlihat seperti pemilik penginapan, selain fasih berbahasa Inggris juga fasih berbahasa Mandarin loh! Keren! 

Satu hal yang saya sayangkan, ketika saya dan orangtua sampai untuk pertama kalinya di hotel dengan membawa koper besar (maklum isinya barang-barang untuk menginap 10 hari untuk 3 orang dewasa) tidak ada siapaun di meja penerimaan di lobby. Padahal, sebelumnya saya pernah tanya via email, katanya selalu akan ada yang jaga 24 jam. Waktu itu jam menunjukkan pukul 13.30. Saya kebingungan dan tidak ada orang yang bisa ditanya, padahal saya sudah ada rencana untuk pergi ke tempat wisata pertama di hari itu. Kejadian serupa pernah terjadi pada tamu lain yang menuliskan review nya juga di booking.com. Di hari ketiga saya menginap, ada tamu baru datang juga yang mengalami hal yang sama, nggak ada staff sama sekali di meja penerimaan. 

Memang sih, belum jamnya untuk check-in alias belum bisa masuk kamar. Jam check-in adalah jam 15.00, dikatakan bahwa jam 10.00-15.00 itu waktunya pembersihan kamar. Hanya saja kami perlu untuk menitipkan koper sebelum pergi ke tempat wisata tujuan di hari itu. Beruntung setelah menunggu di lobby tanpa kejelasan selama kurang lebih setengah jam, ada kakek yang ternyata adalah petugas yang biasa bersih-bersih kamar. Kami akhirnya menitipkan koper ke beliau, kopernya diberi label gitu. Jadwal jadi sempat molor sekitar 40 menit dari rencana awal. Hehe nggak apa-apa deh. Waktu kami pulang di malam harinya, koper sudah digotongkan sama staff ke dalam kamar kami di lantai 2, mengingat saya pernah kirim pesan lewat agoda.com kalau bisa kamarnya jangan di lantai atas karena kami membawa koper besar untuk 10 hari menginap dan ada orangtua yang sudah tidak muda lagi, hehehe. Makasih loh, staff~

Staff nya juga bikin saya salut. Pernah suatu hari ketika saya turun ke lantai 1 untuk mengambil kopi hitam, kita-kira sekitar jam setengah 5 pagi, saya mendapati staff-nya sedang menyetrika handuk bersih untuk para tamu sepertinya. Staff juga menawarkan payung untuk dipinjamkan secara gratis di hari hujan dan secara rutin menuliskan suhu dan ramalan cuaca setiap harinya di papan tulis kecil yang ada di lobby. Ketika akan check-out, staff juga sudah bersiap untuk mengantar kita sampai ke depan pintu, juga memberikan kepada kami hadiah kecil, kami dapat 3 buah gunting kuku dengan corak khas Jepang. Thumbs up dan terima kasih banyak untuk para staff! 


4. Website dan Sosial Media (9/10)

Selain punya website (walaupun cuma simple aja) yang memberikan info dan foto-foto jelas tentang kamar, fasilitas, lokasi dan akses, testimonial dari para tamu, serta kontak yang bisa dihubungi, Hotel 3000 Jyuraku juga punya akun Instagram dan Facebook juga loh! Bisa dikepo-in dulu supaya makin yakin sebelum booking kamar di sini. Ada 1-2 staff yang rajin ambil foto tamu sebelum pulang/check-out, tapi waktu saya pulang nggak diminta foto sih hahahah. Bagi yang beruntung diminta foto, dalam beberapa hari fotonya bakalan eksis di Instagram deh hahaha. Sayangnya isi Instagram ya hanya foto para tamu saja, sih. Foto tamu yang terpilih juga ada yang dicetak dan dipajang di lobby hotel. 

Selain itu, sebelum keberangkatan ke Jepang saya sering banget tanya-tanya ini itu lewat kontak email yang ada di website atau di agoda.com, dan staff selalu jawab dengan relatif cepat. Jadinya nggak khawatir lagi sebelum benar-benar kesana.

Overall rating dari saya : 9.3 / 10

Sooo, would I recommend Hotel 3000 Jyuraku to friends? Absolutely yes!

See you on the next post!


Comments