Follow me on Instagram!

[TIPS] Berpakaian untuk 4 Musim di Jepang Ala Tania!

Halooo semuaaa! Saya datang kembali dengan artikel ala ala saya hahaha. Sekali lagi ala SAYA ya, hahaha. Berhubung banyak yang tanya tentang bagaimana cuaca di Jepang dan harus pakai baju seperti apa kalau musim panas, gugur, dingin, atau musim semi di Jepang, saya coba buat kompilasi (kayak apaan aja hahaha) pakaian saya selama 4 musim itu di Jepang (narsis banget LOL). Yah, berdasarkan pengalaman saya sendiri saja karena kebetulan pernah mengalami 4 musim tersebut di sana ya.  Siapa tahu membantu hehehe.

Pakaian (saya) untuk 4 musim di Jepang

Catatan: Bahasan tentang suhu udara di artikel ini berdasarkan yang saya alami di area Kanto (Tokyo, Ibaraki dan sekitarnya) dan Kansai (Osaka, Kyoto dan sekitarnya) ya...

1. Musim Panas, SummerNatsu 夏 (Juni, Juli, Agustus)

Musim panas di Jepang panas dan lembap. Di bulan Juni, suhu udara seperti di Indonesia dan sudah mulai sering hujan. Di bulan Juli, suhu udara dan frekuensi turunnya hujan meningkat. Puncak musim panas terjadi di bulan Agustus, di mana suhu bisa mencapai 40oC. Seperti saat artikel ini ditulis, sedang banyak berita tentang  heatwave dan typhoon di Jepang nih. Karena kelembapan udara meningkat, berkeringat itu pasti. Sering hujan pula. Bahkan hujan angin. Karena bagi sebagian besar orang mungkin kurang nyaman untuk berjalan-jalan di Jepang dalam kondisi seperti ini (panas banget dan sering hujan), musim panas di Jepang bukan musim favorit untuk berwisata. Harga tiket pesawat ke Jepang di musim panas juga relatif lebih murah. Benda wajib saat musim panas di Jepang menurut saya: payung dan botol air minum dan pakaian yang tidak panas!

Musim panas!

2. Musim Gugur, Autumn, Aki 秋 (September, Oktober, November)

Musim gugur di Jepang sejuk dan kering. Di bulan September, suhu udara ada di kisaran 27oC pada siang hari dan 20oC di malam hari. Karena masih ada sisa-sisa udara musim panas, kadang-kadang masih panas dan hujan juga. Payung masih diperlukan untuk berjaga-jaga saat hujan turun. Di akhir bulan September, suhu udara sudah menjadi lebih sejuk, dan di ketika sudah gelap alias malam hari sudah terasa mulai dingin. Pakaian lengan panjang atau cardigan cukup membantu.

Kadang-kadang masih panas juga, ini di Osaka akhir September

Tapi sudah mulai sejuk juga, ini akhir September di Tokyo

Di bulan Oktober, suhu ada di kisaran 21oC pada siang hari dan 16oC di malam hari. Jaket yang lebih tebal mulai diperlukan.

Awal Oktober

Sudah mulai perlu sweater tebal untuk akhir Oktober

Di awal hingga pertengahan bulan November, cuaca sudah semakin mendekati kondisi di musim dingin. Semakin dingin dan kering. Suhu udara ada di kisaran 17oC di siang hari dan 11oC di malam hari. Makhluk tropis seperti saya sudah mulai perlu pakai pakaian heattech dan body lotion setiap hari di awal bulan November hahaha. Siap-siap kulit dan bibir menjadi lebih kering dari biasanya.

Awal November, mulai pakai heattech nih!

Pertengahan bulan November di Tokyo

TIPS: nyalakan humidifier (kalau tinggal di hotel biasanya selalu ada di kamar)  atau taruh kain basah di dalam ruangan (kalau saya sengaja gantung handuk basah hahaha). Saya dapat tips ini dari koordinator kelompok, Yama-san dan Mori-san, sewaktu ikut program JENESYS2.0. Untuk pakaian dengan teknologi heattech, bisa didapatkan di UNIQLO di mana saja di Jepang (beli di UNIQLO Jepang lebih murah daripada di UNIQLO Indonesia). 

3. Musim Dingin, Winter, Fuyu 冬 (akhir November, Desember, Januari, Februari)

Musim dingin di Jepang dingin dan super kering. Selama tinggal di Jepang dari akhir November sampai Februari saya lupa rasanya keringetan hahaha. Mandi sehari sekali saja juga rasanya cukup hahaha (Oops! ketahuan wkwkwk). Payung masih diperlukan loh kalau-kalau turun salju. Di bulan Desember, suhu udara ada di kisaran 12oC pada siang hari dan 5oC pada malam hari.

Akhir November

Awal Desember, sudah perlu pakaian 'perang' lengkap

Puncak musim dingin ada di bulan Januari-Februari. Di bulan Januari dan Februari, suhu udara ada di kisaran 9oC pada siang hari dan 1oC. Brrrrrrr!!! Tapi tenang saja, asal pakaiannya tepat, kamu tidak akan kedinginan kok.

Pakaian perang untuk bulan Januari-Februari

Benda wajib selama musim dingin di Jepang menurut saya adalah baju heattech, winter coat, topi kupluk alias beanie, scarf alias syal, sarung tangan, boots, dan body lotion! Beanie dan scarf yang menutupi telinga dan leher membantu banget terutama ketika sedang ada angin kencang, kita jadi bisa tetap beraktifitas dengan nyaman tanpa menggigil kedinginan. Selain innerwear atasan dan bawahan, UNIQLO juga punya sarung tangan dan kaos kaki dengan teknologi heattech, tersedia  versi extrawarm nya juga. Untuk di awal musim dingin, pakai sepatu tertutup biasa dengan kaos kaki heattech ini aman kok, tidak kedinginan. Boots atau sepatu yang bahannya tahan air berguna ketika mulai masuk musim turun salju, agar kaki tidak basah kena salju yang mencair. Nah, untuk bertahan di bulan Januari dan Februari, saya pakai heattech innerwear yang extrawarm, enak dipakai dan nyaman. Jadi, saya pakai baju berlapis-lapis deh, mulai dari heattech innerwear, baju sehari-hari, dan winter coat untuk yang terluar.

3 lapis pakaian yang hangat!

Berdasarkan pengalaman saya, musim dingin di area Kansai justru lebih dingin daripada di Tokyo dan sekitarnya... Tapi sekali lagi tenang, selama pakaiannya benar, aman. Bahkan bisa jalan-jalan dan foto-foto outdoor pakai kimono loh! Tapi tetap perlu heattech hehehe..

Akhir Februari di Nara

Akhir Februari di Kyoto

Nah, kalau teman-teman kebetulan akan main ke tempat yang bersalju, pastinya perlu pakaian-pakaian yang tahan air ya!

Pakai winter coat dan gloves yang tidak mudah basah

4. Musim Semi, SpringHaru 春 (Maret, April, Mei)

Musim semi di Jepang sejuk dan kelembaban udara mulai meningkat. Frekuensi hujan sudah lebih tinggi dari sebelumnya, jadi sudah tidak sekering musim dingin. Jadi payung tetap dibawa juga ya. Tapi jika dibandingkan dengan Indonesia yang super humid, masih lebih kering di Jepang saat musim semi ya. Di bulan Maret, suhu udara berada di kisaran 15oC pada siang hari dan 5oC pada malam hari. Masih mirip musim dingin, masih perlu pakaian heattech dan winter coat nih.

Awal Maret, masih seperti di musim dingin

Pertengahan Maret, sudah bisa menggunakan coat yang lebih tipis

Akhir Maret, sudah mulai berganti ke jaket biasa meskipun masih dengan pakaian heattech

Di bulan April, suhu udara berada di kisaran 19oC pada siang hari dan 13oC pada malam hari, sedangkan di bulan Mei, suhu udara berada di kisaran 24oC pada siang hari dan 16oC pada malam hari. Hmm, kalau diibaratkan ya seperti di ruangan berAC gitu mungkin ya. Jaket masih diperlukan agar tetap hangat. Ketika ramalan cuaca menunjukkan akan ada angin dan hujan, topi dan syal masih diperlukan, sedangkan ketika ramalan cuaca menunjukkan hari cerah alias sunny, ada kalanya jaket tidak diperlukan. Tetapi tetap dibawa ya untuk berjaga-jaga. Saya sih sudah tidak perlu pakai heattech nih di akhir April.

Saat masih dingin dan angin kencang, masih perlu topi dan syal

Cukup baju biasa dengan jaket saja

Goodbye jaket! (2)

Goodbye jaket! (2)

Nah, untuk area utara seperti Hokkaido dan sekitarnya, suhu rata-rata di keempat musimnya cenderung lebih rendah ya, sedangkan di selatan seperti Okinawa dan sekitarnya, suhu rata-rata di keempat musimnya lebih tinggi.

Oke deh  teman-teman, sekian dulu tips-tips berpakaian untuk 4 musim di Jepang-nya, sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Comments